Jam Kerja
Senin - Sabtu, 07:00 - 15:30 WIB
Telepon
082182955672
HUBUNGI KAMI
VIA WHATSAPP

Khofifah Indar Parawansa: Pentingnya Tri Ukhuwah dalam Kehidupan Bermasyarakat

Hj Khofifah Indar Parawansa saat menjadi pengisi ceramah di Acara Pemerintah Provinsi Lampung

Bandar Lampung, NU Online Lampung Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hj Khofifah Indar Parawansa menjadi penceramah dalam pengajian yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung pada Jumat (28/1/2022) di Ballroom UIN Raden Intan. Dalam kesempatan itu hadir Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Wakil Gubernur Hj Chusnunia Chalim, Ketua PWNU Lampung Prof Moh Mukri, dan jajaran Forkopimda. Kegiatan itu diawali dengan pemberian tali asih kepada panti asuhan binaan Majelis Ta’lim Nur Anisa, Bandar Lampung.

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi dalam sambutannya mengatakan, semoga dengan kehadiran Bu Khofifah dapat membawa berkah, manfaat bagi kemajuan Islam dan pembangunan di Provinsi Lampung. “Pembangunan tidak hanya dilakukan secara fisik, namun juga harus diimbangi dengan pembangunan mental spiritual. Sesuai dengan janji kerja saya dengan bu wagub di bidang keagamaan,” ujarnya.

Dengan demikian, kata Arinal, hal ini akan lebih bermakna karena akan menyejahterakan masyarakat lahir dan batin. “Tahun 2022 ini kita awali dengan ceramah agama. Insya Allah Pemerintah Provinsi Lampung akan terus menyelenggarakan kegiatan seperti ini,” katanya. Gubernur Jawa Timur, Hj Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dalam kesempatan ini Allah memberikan waktu untuk bermuhasabah dan membangun ukhuwah di antara kita. Khofifah mengungkapkan, ada tiga ukhuwah (tri ukhuwah) yang dicetuskan oleh Rais ‘Aam PBNU KH Ahmad Shiddiq pada 1984, setelah muktamar di Situbondo. Tri ukhuwah itu adalah ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah itu. Indonesia memiliki keragaman yang luar biasa.

Diantara umat Islam pun ormasnya banyak, bahkan di dalam ormas itu pun banyak juga terjadi perbedaan pendapat. “Dalam ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), seharusnya kita dapat melihat toleransi dan moderasi di antara warga negara untuk membangun persaudaraan subtantif di antara kita semua,” kata Khofifah. Dia menjelaskan, dalam Al-Qur’an juga dianjurkan untuk tidak terpecah belah.

Dianjurkan untuk membangun tali silaturahim. Karena dari proses tersebut akan menimbulkan rasa untuk saling mengenal untuk kemudian saling memahami (tafahum). “Pernah suatu hari saya hadir pada sebuah forum pimpinan lintas agama yang diselenggarakan pada hari minggu. Ada sekitar 20 persen peserta yang tidak hadir. Ketika itu saya pertanyakan pada panitia, ternyata mereka baru menyadari, ada peserta yang pagi itu harus beribadah,” paparnya.

Menurut Ketua Pimpinan Pusat Muslimat ini, sederhananya, seseorang harus saling mengenal satu dengan yang lain agar menimbulkan pemahaman (understanding). “Inilah anugerah yang luar biasa yang diturunkan Allah ke bumi Indonesia untuk saling menjaga ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia),” tegasnya. Dia mengungkapkan, pekan lalu, Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin pernah menerima tamu, rombongan Dewan Hukama Islam Dunia dari Dubai.

Perwakilan tamu itu mengatakan, “Kami datang tidak untuk mengajar, tapi kami datang untuk belajar. Kalau dahulu banyak kitab-kitab bahasa Arab diterjemahkan ke bahasa Indonesia, namun justru saat ini kebalikannya kami ingin menerjemahkan buku-buku bahasa Indonesia ke bahasa Arab.” “Hal tersebut menunjukkan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam) yang baik antar sesama Islam,” kata ketua PBNU itu. Ia menambahkan, manajemen kekerabatan antar suku, agama, dan bahasa di negeri Indonesia ini teruji luar biasa tangguhnya. Terbukti dengan 714 suku dapat membentuk harmoni sesama umat beragama. (Dian Ramadhan)

Sumber: https://lampung.nu.or.id/warta/khofifah-indar-parawansa-pentingnya-tri-ukhuwah-dalam-kehidupan-bermasyarakat-DUDw8